GARONGGANG Metro Jakartanews, id.Paluta- Tiang penyangga kabel listrik dari kayu belum ada tiang listrik beton atau besi Padahal itu tanggung jawab PLN sendiri untuk memberi pelayanan listrik terbaik kepada masyarakat.
Keterangan dihimpun dari masyarakat setempat di desa ulok Tano Kecamatan Simagambat Kabupaten Padang Lawas Utara(Paluta) kepada media ini.Senin (05/10/2026).
Baca Juga:
Pemkab Paluta Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Menurut warga menjadikan pohon kayu sebagai tiang penyangga penghubung jaringan kabel listrik dilingkungan setempat.
Warga terpaksa menggunakan pohon kayu sebagai penyengga kabel listrik PLN dan sudah berlangsung lama belum ada tindakan dari PLN. Kabel tersebut sangat menghawatirkan. Apa lagi saat datang angin kencang pada musim penghujan, tiang darurat tersebut dihawatirkan roboh dan membahayakan warga," kata warga lagi.
Baca Juga:
Lampu Jalan Menyala disiang Hari. Warga Soroti Berpotensi Pemborosan Energi dan Anggaran.
Menurut warga penggunaan pohon tersebut lantaran belum adanya tiang beton untuk jaringan listrik hingga ke beberapa rumah. Padahal hanya beberapa tiang beton yang dibutuhkan.
Ditambah lagi agin kencang naik turun kabel karna mekai tiang buatan warga dan tidak sesuai standar. Saya berharap PLN segera turun dan mengatasi keluhan kami," ujar lagi.
Warga lainnya juga mengeluhkan jaringan listrik tersebut. Menurut dia, hal itu sangat beresiko jika terjadi konsleting listrik.
"Kalau datang hujan dan angin kencang takut juga ,” tandasnya.
Sementara itu, terkait keluhan kami ini semonga secepatnya di tanggapi pihak PLN". Harap lagi.
Ketika di kompirmasi pihak PLN melalui pesan WhatsApp belum ada jawaban.
[Redaktur: Roi]